Sabtu, 07 Agustus 2021

Carut-Marut Kebijakan di UINAM: Dimana kesadaran perjuangan mahasiswa?



Mahasiswa sebagai seorang insan tentunya memiliki potensi untuk berpikir dan bertindak dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Paling tidak esensi daripada manusia adalah mereka yang mampu berpikir dan mengaktualisasikan hasil pemikirannya. Merdeka dari segala bentuk perampasan, pembodohan sampai penindasan. 

Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual memiliki peran signifikan dalam menempuh pendidikan. Terlebih lagi mereka adalah generasi bangsa yang nantinya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan (iron stock). Maka sudah sewajibnya mereka dipandang sebagai pelaku utama dalam dunia kampus. Mahasiswa wajib memiliki kesadaran akan realitas yang terjadi di dalam maupun di luar kampus. Hal demikian, menjadi orientasi pendidikan untuk membangun kesadaran mahasiswa dalam melihat realitas sosial. 

Namun, sejak pandemic covid-19 merasuki dunia sampai penghujung Juli tahun 2021, mahasiswa massif menyuarakan aspirasinya di depan kampus tercinta UINAM. Mahasiswa juga merasakan carut-marut sistem pendidikan yang diterapkan kampus. Satu diantaranya adalah UKT/BKT yang dicanangkan pimpinan di tengah situasi pandemic covid-19. Kebijakan yang telah ditetapkan tahun kemarin dan berlangsung sampai sekarang yaitu, pemotong UKT 20% tidak secara general. Padahal dampak dari covid-19 tidak hanya dirasakan oleh sekelompok masyarakat, akan tetapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak terlepas bagi mereka yang orang tuanya PNS (pegawai negeri sipil). Itulah salah satu kebijakan yang timpang diterapkan oleh pimpinan kampus UINAM saat ini.

Selain pengurangan UKT 20%, kebijakan rekategorisasi UKT juga menjadi keresahan mahasiswa. Dalam SK (surat keputusan) Rektor Nomor 751 Tahun 2020 Tentang “Peninjauan Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Lingkup Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Pada Bab III Pasal (5) Poin C nomor (10) tentang persyaratan, dimana para mahasiswa/i yang ingin rekategorisasi, harus memenuhi syarat berikut: melampirkan foto copy akta kematian (dalam hal ini kematian orang tua), foto copy surat cerai, foto copy PHK (pemutusan hubungan kerja) dari perusahaan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah untuk mendapatkan rekategorisasi, orang tua saya harus meninggal dunia terlebih dahulu? Orang tua saya harus diPHK dan bercerai untuk kemudian bisa melakukan rekategorisasi? Kalau memang kebijakan ini murni untuk membantu mahasiswa, seharusnya tidak memiliki persyaratan yang sulit untuk dipenuhi. Karena menurut saya UKT yang ditetapkan bagi mahasiswa harus sesuai dengan penghasilan orang tuanya. Itu yang harus diselaraskan, bukan malah membuat persyaratan yang sangat membebani mahasiswa. Oleh sebab itu, kebijakan inilah yang mendorong semangat teman-teman untuk terus menekan pimpinan agar mengeluarkan kebijakan baru. Kebijakan yang pro terhadap mahasiswa, bukan kebijakan yang mengakomodir kepentingannya semata.

Di tengah massifnya kebijakan pimpinan yang tidak pro terhadap mahasiswa. lantas dimana peran mahasiswa yang juga merasakan dampak dari kebijakan tersebut. Saya melihat sebuah fenomena, banyak dari mereka yang tahu dan merasakan keresahan atas kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan kampus, tetapi  tidak memiliki kesadaran sedikitpun. Bagi saya fenomena ini merupakan masalah besar. Dimanakah kesadaran teman-teman untuk memperjuangkan hak yang telah dirampas oleh mereka yang acuh akan keadilan. Apakah kalian masih diam dengan segala belenggu penindasan yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan? Diam bukanlah sebuah solusi, tapi diam adalah sebuah penghianatan yang menjadi orientasi kebijakan, menundukkan mahasiswa tanpa menumbuhkan nalar kritis mahasiswa.


Penulis: Ihsan Nabil Riyadi

Editor: Dian Magfira

Senin, 02 Agustus 2021

Tidak Menuai Kejelasan Kapan Audiensi, Lembaga Kemahasiswaan Kembali  Duduki Kampus UINAM


Lembaga kemahasiswaan yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Bersatu menggelar aksi pendudukan meminta untuk audiensi bersama pimpinan dan penuhi tuntutan mahasiswa di depan rektorat, Rabu (02/08/2021).


Sebelumnya, surat permohonan audiensi dilayangkan kepada rektorat oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) pada (19/07/2021) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) pada (01/08/2021). 


Mengingat surat permohonan belum juga direspon oleh pimpinan, maka aliansi mahasiswa UINAM bersatu menuntut agar rektor dapat menemui massa aksi di depan kantor rektorat. Namun, hasilnya nihil rektor ternyata tidak ingin bertemu dan meninggalkan massa aksi dari pagi sampai malam tiba.


Junaedi, selaku sekretaris umum senat mahasiswa mengatakan "Setelah dilayangkannya surat permohonan audiensi dari Aliansi Mahasiswa UINAM, respon pimpinan baru mau mempelajari surat yang dimasukkan. Terkait pertanyaan apakah sudah ada kejelasan audiensi yang diminta oleh teman-teman aliansi mahasiswa, pimpinan belum bisa menjawab terkait itu" Ujarnya.


Sejak surat permohonan audiensi dilayangkan, pimpinan baru mau mempelajari lebih lanjut surat tersebut. Sehingga sampai saat ini belum ada kejelasan kapan audiensi akan diadakan.


Al-Mugni selaku Jenderal Lapangan (Jendlap) mengatakan "Bahkan sampai saat ini tidak ada respon sama sekali yang diberikan oleh pimpinan. Artinya, bahwa ada pembiaran dengan tuntutan Aliansi Mahasiswa UINAM" Jelasnya.


Tidak adanya kejelasan audiensi dari pimpinan, memberikan isyarat bahwa pimpinan tidak memiliki itikad baik berupa pembiaran terhadap tuntutan aliansi.



Penulis : Muh. Akil Adnan

Editor : Dian Magfira


Sabtu, 31 Juli 2021

 


MELANKOLIS



Melankolis kini kau menepi

saat-saat senja hadir menyapa

dalam sajak kali ini


Dalam ruang hampa keheningan

kau melankolis tempat terbaik

melabuhkan imaji dalam sajak

kali ini


Segala makna dalam ruang sendu

tutur kataku tak sampai tuhan

untuk berdoa selalu


Menusik ke lorong-lorong jiwa

sampai hati tak ter-temukan dalam

cahaya yang mulia


Benarkah melankolis adalah

satu-satunya cara untuk kita

dapat melabuhkan imaji?


Benarkah melankolis adalah

tempat untuk kita dapat

merasakan ruang sendu yang mulia?


Akan tetapi kita tetap saja harus

senantiasa berjaga-jaga.


MA Pangkep Juli 2021


Karya : Muh Akbar

Senin, 26 Juli 2021

PUISI : BERHENTILAH, ISTIRAHATLAH

 BERHENTILAH, ISTIRAHATLAH


Berhentilah menunggu, Jika kamu tetap meragu 

Yang bertemu hanyalah harapmu, Dia tetaplah lamunanmu yang semu


 Menjelma sebagai matahari yang katanya akan menyinari

 Kamu sempat dibuatnya berbinar dan bersinar

 Dan saat itupun dia beranjak pergi disore hari tanpa permisi

 Lalu kembali lagi, kau sendiri berkawankan sepi

 Memanjakan tubuh yang penat

 Kemudian bertualang di alam pikiran yang sedang bergulat .


Kurangkai dengan apik permohonan kepada pemilik semesta

Dia dan matahari seharusnya berkencan saja

Sebab, Dia dan matahari akan membuatmu terluka

Membuatmu takut jika sewaktu-waktu dia beranjak tanpa aba-aba


 Kau menunggu sudah terlalu lama, Segala teka-teki telah kau terka

 Istirahatlah….

 Tak perlu menunggu terlalu lama lagi

 Tak perlu berjuang terlalu keras lagi

 Hentikan saja petualangan ketika kau hanya sebagai persinggahan

 Hentikan saja pengorbanan ketika kau telah jadi korban


Memang tidak mudah melupakan segala kenangan yang tercipta

Tapi apakah mudah? 

Bertahan dengan keraguan

Bertahan lalu kecewa

Bertahan kemudian diserang lelah berkepanjangan

Lalu? Jika sudah lelah…


 Kamu hanya bisa menangis? atau tertidur?

 Tidurpun bukan solusi yang paling tepat, ketika bukan hanya ragamu yang penat~


Karya : R

Rabu, 09 Juni 2021

PUISI : SESAK YANG TERTINGGAL

 

Anggriani Ahmad 

SESAK YANG TERTINGGAL


Sang surya mengendap menuju cakrawala senja

Malam telah merayap menggantikan siang

Bulan hadir membawa cahaya

Bertemu bintang dengan kilatan mempesona

 

Saat sunyi memanjakan telinga yang gersang,

Saat kunang-kunang membelah belantara rimba,

Saat itu juga hati ini rapuh

Terbesit kerinduan yang memangku semesta

 

Sejak seragam putih abu ditanggalkan

Sepucuk kabar menelusuri jejak langkah

Ku temukan kegagalan sampai terlengah

Dirimu telah mengagumi sosok berparas manis

 

Tak perlu dijabarkan perihal cinta

Semesta juga tahu kau tak mengantongi rasa yang sama

Patahkan pikiran lupakan logika

Tapi tetap saja bayangmu selalu hadir


Luap tangis tak terbendung dikala hujan berkunjung

Ditelantarkan pada pelataran penyesalan

Dihempas jauh dari gulungan waktu yang berjalan

Dilempar keras pada bebatuan pinggir jalan


Canda tak lagi candu

Tertutup rapat dalam sendu

Dengan emosi tanpa jiwa

Bersama asa dan rasa dalam genggaman


Karya : Anggriani Ahmad


Selasa, 08 Juni 2021

Pengguna Internet Meningkat, E-commerce Semakin Melejit

 

Anggriani Ahmad

E-commerce jelas sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. E-commerce adalah salah satu bisnis yang paling sering digeluti karena memberikan keuntungan yang menjanjikan. Pengguna e-commerce pada umumnya memanfaatkan pasar digital sebagai tempat bertransaksi seperti berjualan/belanja secara online. Penetrasi e-commerce di Indonesia mendapat angin segar dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia saat ini mengalami peningkatan pesat dan diprediksi akan semakin merangkak di tahun yang akan datang. Pesatnya pertumbuhan e-commerce tidak terlepas dari beberapa faktor mayor pendukung penetrasi seperti tingginya penggunaan internet, perangkat mobile yang meluas, serta fakta e-commerce di Indonesia yang relatif baru jika dibandingkan dengan negara lain. Itulah yang membuka peluang baru bagi para pelaku pasar melalui tumbuh kembangnya digital market di Indonesia.

Internet memang sangatlah berpengaruh terhadap e-commerce. Data Kompas menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. Hal tersebut dimuat dalam laporan terbaru yang dirilis oleh layanan manajemen konten HootSuite, dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk "Digital 2021".

Merajalelanya aktivitas belanja online tentu mendorong semakin banyak bermunculan pelaku baru di industri e-commerce untuk berlomba memenuhi permintaan pasar digital yang ada. Situasi pandemi yang belum membaik di awal tahun 2021 ini dinilai akan mendorong penetrasi e-commerce semakin meluas pada tahun ini, seperti yang dikemukakan oleh Statista dalam laporan Digital Market Outlook, yang menyebutkan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia tahun ini diprediksi tumbuh 15% dari total 138 juta pengguna pada tahun 2020, atau mencapai 159 juta pengguna di tahun 2021. Sementara pendapatan industri ini diprediksi meningkat sebanyak 26% mencapai US$ 38 juta, dari US$ 30 juta pada tahun 2020 lalu. Webber juga menambahkan bahwa diprediksi akan terjadi peningkatan transaksi terhadap kategori produk yang lebih beragam lagi dan juga peningkatan transaksi dari luar Jabodetabek selama beberapa tahun kedepan.

Produk yang mendominasi keberadaan e-commerce secara umum tidak mendesak untuk dikonsumsi. Lantas bagaimana dengan barang-barang dengan masa konsumsi yang singkat seperti sayuran & buah-buahan? Pasar tradisional akan merangkak ke arah niche market yakni menyediakan barang untuk calon konsumen dalam jangkauan wilayah terbatas dan produk tertentu. Seiring dengan perluasan e-commerce, para pelaku usaha mall akan mengarah ke perluasan pelayanan penyediaan fasilitas yang tidak dapat dinikmati dalam pasar digital seperti pengoptimalan jasa work space, gym, bioskop serta jasa lain yang memiliki sifat konsumsi secara langsung. Sedangkan para karyawan dari pihak jasa logistik hanya perlu mengubah job description untuk mempertahankan eksistensi seperti beralih dari strategi brick and mortar (offline) ke arah click and mortar (beroperasi secara virtual di pasar digital namun tetap menggunakan fasilitas fisik).

Sistem kerja sebuah e-commerce dimulai dari konsumen toko online mengakses website toko tersebut melalui web browser pada komputer maupun perangkat mobile. Kemudian website e-commerce memanfaatkan database miliknya untuk menyajikan informasi kepada calon konsumen mengenai produk yang ditawarkan. Kemudian website e-commerce juga menyiapkan fungsionalitas menu pembayaran dan pengiriman barang, apabila konsumen ingin membeli produk tersebut serta menginput alamat tujuan pengiriman pesanan. Disisi lain, terdapat kelemahan pada e-commerce seperti tidak terlalu aman, sebab saat transaksi biasanya menggunakan kartu kredit atau rekening. Hal ini dapat memungkinkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi jika konsumen tidak berhati-hati. Disinilah peran owner dan jasa pengiriman juga sangat penting.

            Internet menciptakan lingkungan bisnis yang tidak lagi mementingkan waktu dan jarak. E-commerce sama dengan pasar di dunia fisik dan proses transaksi di dunia nyata. Yang membedakannya adalah kegiatannya dilakukan secara online (tanpa melibatkan tatap muka langsung antara penjual & pembeli), serta sedikit perbedaan pada proses bisnis di dalamnya. Berdagang menggunakan e-commerce mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah dapat menekan biaya barang & jasa, serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya. Meskipun memiliki banyak manfaat dan kelebihan, e-commerce juga memiliki kelemahan. Untuk meminimalisir hal tersebut, para pelaku pasar digital harus cekatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

 

https://jetcommerce.co.id/update/transaksi-e-commerce-meningkat-hingga-kuartal-iv-2020-tren-e-commerce-2021-diprediksi-tumbuh-positif/

https://seohalsinfo.blogspot.com/2018/12/cara-kerja-sebuah-e-commerce.html

https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/16100057/jumlah-pengguna-internet-indonesia-2021-tembus-202-juta

Penulis : Anggriani Ahmad

Rabu, 02 Juni 2021

OPINI : PERCANTIK DIRI ATAU BUMI? MAU PILIH YANG MANA?

 

Taufiiqurrahman Yunus, Mahasiswa Antropologi Sosial, Angkatan 2018 Universitas Hasanuddin

Berbicara mengenai lingkungan sama saja berbicara mengenai kehidupan, lingkungan merupakan suatu bagian yang tidak pernah lepas dalam kehidupan. Selama saya duduk dibangku pendidikan, ada dua masalah yang akan selalu saya dengar yang terjadi di Negara ini, yang pertama adalah mengenai masalah Kemiskinan dan yang kedua mengenai masalah korupsi. walaupun dua masalah ini menjadi masalah besar bagi Negara kita, masalah ini tidak menjadi persoalan di pikiran saya, hal ini terjadi sampai saya melihat masalah lainnya yang membuat saya merasa khawatir yaitu “Lingkungan” . Masalah ini baru saya pahami ketika saya mendapatkan status sebagai Mahasiswa. Awalnya saya sangat mencintai Geografi sejak dulu, maka tidak salah jika saya sedikit sensitif jika mendengar suatu masalah terhadap lingkungan karena saya mengetahui sedikit dampak yang di hasilkan. Namun kecintaan saya berubah setelah menonton salah satu film dokumenter karya Leonardo Dicaprio yang berjudul “Before The Flood”, kecintaan saya berubah menjadi rasa takut yang benar-benar mendalam, film ini menyajikan berbagai kerusakan di penjuru dunia yang disebabkan oleh ulah dari manusia. Seperti mulai dari rusaknya Hutan, Mencairnya es di Kutub, Pemanasan Global, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang memberikan saya gambaran betapa krisisnya kondisi bumi kita.

Saya masih tidak memahami mengapa isu lingkungan masih sangat kurang di bicarakan dibanyaknya Negara di Dunia terkhusus di Negara kita Indonesia. Kita baru akan bergerak dan terbangun ketika ada Hutan yang selama ini hidup berdampingan dengan masyarakat adat dirampas oleh pemerintah untuk kepentingan industri. Hal itu tidak salah, saya tidak menyalahkan tindakan itu, memang harusnya seperti itu, yang saya mau pertanyakan adalah, mengapa kita tidak menyadari bahwa masalah kita bukan hanya disitu, sampai saat ini sudah terlalu banyak perubahan yang terjadi di Bumi kita, terlalu banyak kejahatan yang terjadi di lingkungan kita, ini bukan persoalan siapa yang berulah maka dia yang terdampak, tapi ini mengenai dampak bagi seluruh manusia. Harus kita ketahui bahwa Negara China dan Amerika menjadi dua Negara penyumbang terbesar emisi di Dunia, polusi kendaran, kegiatan tambang dan industri menjadi faktor utama penyebab emisi yang ditimbulkan oleh dua negara industri ini. Namun saya tidak mau membahas itu terlalu jauh. Saya hanya ingin berbicara mengenai Indonesia, apa yang terjadi, dan apa yang seharusnya yang kita lakukan.

Salah satu masalah terbesar yang terjadi di dunia adalah hutan. Eksploitasi untuk kepentingan industri menjadi suatu ibarat hama bagi hutan-hutan yang ada di Dunia. Padahal kita tahu bersama bahwa hutan merupakan paru-paru dunia, sebagai seorang manusia kita juga memiliki paru-paru, pertanyaannya, bisakah kita hidup tanpa paru-paru? Saya rasa hal ini juga sama dengan hutan, bisakah kita hidup tanpanya? Apakah bisa?, saya rasa semua orang berkata tidak atas jawaban dari pertanyaan itu. Namun, semuanya berubah saat ekonomi kapitalis datang dan berusaha mewujudkan sebesar-besarnya keuntungan dengan mengorbankan kestabilan ekosistem, kita menganggap bahwa mengganti hutan dengan sawit merupakan keuntungan terbesar karena dengan sawit kita dapat menghasilkan uang, sedangkan hutan tidak demikian. Keuntungan membuat Negara dapat hidup dengan uang yang melimpah sehingga terlena dan akhirnya lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah hutan itu sendiri. Rusaknya hutan, menyebabkan matinya spesies-spesies yang kini bahkan menuju kepunahan yang tentunya berdampak pada rantai makanan dan akhirnya kembali kepada manusia tentang apa yang seharusnya kita makan.

            Indonesia merupakan Negara dengan industri kelapa sawit terbesar di Dunia, sampai saat ini masih menjadi yang terluas di dunia, hal ini menjadikan fakta bahwa 80% hutan hujan di Indonesia kini berubah menjadi industri kelapa sawit. Perluasan yang terjadi tentu tidak terlepas dari permintaan akan barang yang di butuhkan. Semakin banyak permintaan atas sawit maka semakin banyak pula hutan yang kita korbankan. Sawit akan diolah dan akan berubah menjadi makanan cemilan kita, bahan kosmetik, detergen pembersih dan masih banyak lagi. Permintaan akan barang akan mendorong produsen memproduksi lebih banyak lagi untuk memuaskan konsumennya. Masker wajah, lipstik menjadi dua dari banyaknya produk yang dihasilkan oleh kelapa sawit, sampai saat ini ada begitu banyak jenis masker wajah yang bermunculan di media kita mengenai kegunaan dalam memutihkan kulit, membersihkan sel kulit mati dan masih banyak lagi. Jika kita kembali pada lima tahun kemarin, produk-produk ini masih belum menjadi suatu hal yang banyak dikenali orang masyarakat. Tapi saat ini, produk-produk yang saya sebutkan tadi saat ini menjadi suatu hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu yang ada di dunia ini.

            Permintaan yang ada kini semakin menjadi-jadi, konsumen benar-benar menjadi Tuhan bagi kaum-kaum yang rakus, yang dengan mudahnya menggerakkan konsumennya agar memiliki ketergantungan terhadap produk tersebut sehingga keuntungan akan semakin besar dan semakin besar. Melalui masalah ini, terkadang konsumen menjadi sasaran atas kerusakan yang ada, tapi menurut saya konsumen hanyalah seekor sapi kurban, yang diberi makan banyak untuk dipotong dikeesokan harinya. Konsumen hanyalah jutaan ekor domba yang di gembalai oleh orang-orang rakus. Itulah yang saya sadari. Saya tidak tahu bagaimana sistem mempengaruhi konsumen atas pentingnya memakai produk-produk itu, saya merasa ini hanya sebuah konstruksi yang dibangun agar dapat menguntungkan orang-orang rakus itu. mereka tidak memperdulikan apapun selain laba. Tidak perlu hutan untuk hidup, dengan uanglah kita hidup. Saya saat ini sadar, bahwa peryataan itu benar, karena dengan uanglah kita akan membayar kerusakan atas bencana yang ada, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrem, perang iklim dan masih banyak lagi bentuk Investasi yang dilakukan hanya untuk membayar kerusakan dimasa mendatang atau bahkan berinvestasi pada kematian.

            “Percantik Diri Atau Bumi” adalah suatu pilihan yang menjadi suatu topik yang saya berikan pada tulisan ini. Apa yang terjadi selama ini adalah kesenjangan yang terjadi terkait dengan kepentingan pribadi, Apa yang kita konsumsi berdampak terhadap produksinya, dari mana asalnya, dan apa yang telah dikorbankan. Semuanya sudah terlahir indah, baik itu Bumi maupun diri kita sendiri, yang harus kita lakukan hanyalah menjaga, tidak perlu memperindah. Kita saat ini berfikir untuk memperindah karena sistem yang mengarahkan kita untuk menyepakati bahwa kita belum indah, kita baru bisa dikatakan indah sesuai dengan kepentingan dan kemauan dari sistem itu. Saya tidak menyebut diri saya aktivis lingkungan dan sebagainya, saya hanya takut mati. Bukan takut karena ajal itu sendiri, tapi karena saya takut apabila saya mati karena ulah dari diri saya sendiri. Apa yang terjadi saat ini akan berjalan terus menerus tanpa kita sadari. Terlepas dari semua keutungan atas hasil keindahan, atau keuntungan dari Industri  ini, jika kalian merasa bahwa anda lebih indah ketahuilah bahwa kalian sudah terlahir indah, dan seberapa besar kerusakan BUMI atas keuntungan yang didapat, tidak ada BUMI lain yang dapat kita beli atas keuntungan itu. Hanya satu BUMI untuk semua penghuni, maka dari itu mari kita Jaga.

Penulis : Taufiiqurrahman Yunus

HMJ-AK UIN Alauddin Makassar Sukses Laksanakan Bakti Sosial 2026: Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

  Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJ-AK) UIN Alauddin Makassar telah melaksanakan salah satu program kerja yaitu Bakti Sosial (BAKSOS...