Jumat, 01 Mei 2026

Hari Buruh Bukan Sekadar Tanggal, Tapi Pengingat Ketimpangan


    Setiap 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh sebagai simbol panjang perjuangan kelas pekerja dalam menuntut keadilan, kesejahteraan, dan martabat kerja. Hari Buruh bukan sekadar tanggal merah dalam kalender, melainkan pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak boleh dibangun di atas penderitaan para pekerja. Di balik roda industri, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan aktivitas produksi, ada tenaga buruh yang menjadi fondasi utama bergeraknya kehidupan sosial dan ekonomi.

    Realitas hari ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh masih jauh dari selesai. Banyak pekerja masih berhadapan dengan upah yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan hidup, sistem kerja kontrak yang tidak pasti, praktik outsourcing, lemahnya perlindungan terhadap pekerja, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja. Di tengah meningkatnya biaya hidup, tidak sedikit buruh yang bekerja penuh waktu bahkan lembur, tetapi tetap kesulitan mencapai kehidupan yang layak.

    Persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai masalah individu semata. Ketimpangan yang dialami buruh adalah bagian dari persoalan struktural dalam sistem ketenagakerjaan. Kebijakan yang terlalu menitikberatkan pada investasi dan fleksibilitas pasar kerja sering kali membuat posisi buruh semakin lemah. Ketika pertumbuhan ekonomi lebih banyak dibicarakan dalam angka, nasib pekerja kerap terpinggirkan dalam pengambilan kebijakan.

    Gelombang aksi buruh yang hadir setiap peringatan May Day bukanlah bentuk keresahan tanpa alasan. Aksi tersebut merupakan suara kolektif dari para pekerja yang menuntut hak-haknya dipenuhi. Mereka turun ke jalan bukan untuk mengganggu ketertiban, melainkan untuk mengingatkan bahwa keadilan sosial belum sepenuhnya hadir dalam dunia kerja. Ketika ruang dialog tidak berjalan secara adil, jalanan menjadi ruang demokrasi bagi buruh untuk menyampaikan aspirasinya.

    Oleh karena itu, Hari Buruh harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap keadilan ketenagakerjaan. Negara perlu hadir melalui kebijakan yang berpihak pada pekerja, pengawasan yang tegas terhadap praktik kerja eksploitatif, perlindungan terhadap kebebasan berserikat, serta jaminan upah yang benar-benar layak. Pengusaha juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk tidak memandang buruh hanya sebagai alat produksi, melainkan sebagai manusia yang berkontribusi besar terhadap keberlangsungan ekonomi.

    Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah pengingat bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial. Selama masih ada buruh yang bekerja tanpa kepastian, menerima upah tidak layak, dan hidup dalam bayang-bayang eksploitasi, maka perjuangan May Day akan tetap relevan. Keadilan bagi buruh bukanlah permintaan berlebihan, melainkan hak dasar yang harus diperjuangkan dan diwujudkan.





Sabtu, 14 Maret 2026

Politik Luar Negeri Dipertaruhkan: Mahasiswa Peringatkan Ancaman Ketergantungan dan Erosi Kedaulatan


    Gelombang kritik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil kembali menguat terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah kebijakan strategis dinilai menimbulkan pertanyaan serius mengenai konsistensi Indonesia dalam mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif serta menjaga kedaulatan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Mahasiswa menilai kebijakan luar negeri tidak boleh hanya menjadi arena diplomasi elit, tetapi harus tetap berpijak pada kepentingan nasional, kesejahteraan rakyat, serta perlindungan terhadap sektor ekonomi domestik.

    Kritik tersebut terutama muncul dari beberapa kebijakan yang dianggap berpotensi menimbulkan ketergantungan geopolitik dan ekonomi. Di antaranya adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dikhawatirkan dapat menekan industri nasional dan pelaku UMKM melalui liberalisasi perdagangan. Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai belum memiliki legitimasi kuat dalam sistem hukum internasional. Kontroversi juga muncul dari rencana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia dalam misi International Stabilization Force (ISF) ke Gaza, yang dinilai berpotensi menimbulkan implikasi hukum dan politik internasional.

    Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Selain itu, prinsip tersebut juga diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menekankan bahwa kebijakan luar negeri harus dilaksanakan secara independen, berlandaskan kepentingan nasional, serta tetap menghormati hukum internasional dan kedaulatan negara.

    Berdasarkan hal tersebut, kritik mahasiswa dapat dipahami sebagai bentuk kontrol demokratis terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintah. Pemerintah dan DPR perlu membuka ruang transparansi serta evaluasi publik terhadap berbagai kesepakatan internasional agar tidak menimbulkan ketergantungan baru yang dapat mengikis kedaulatan nasional. Dengan menjaga prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia diharapkan tetap mampu menjalankan diplomasi yang berimbang, melindungi kepentingan nasional, serta berkontribusi secara konstruktif dalam menjaga perdamaian dunia.

  Penulis: Bidang Advokasi dan Aksi HMJ-Ak 2026



Kamis, 06 November 2025

Aksi Kampanye Lembaga Kemahasiswaan FEBI, Tolak Pungli! Berantas Pungutan Liar oleh Dosen FEBI!

 

Lembaga Kemahasiswaan (LK) FEBI melakukan sebuah aksi kampanye di Loby Fakultas, Rabu (5/11/2025)

Aksi kampanye ini sendiri merupakan sebuah bentuk respon dari Lembaga Kemahasiswaan terkait fenomena pungutan liar yang dilakukan oleh oknum dosen yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Tak hanya itu, aksi ini juga diiringi dengan arak arakan mengelilingi tiap tiap fakultas yang ada di kampus UIN dengan maksud memperluas aspirasi mengenai praktik pungutan liar yang ada di FEBI.

Muh. Fauzan, selaku Koordinator Mimbar berpendapat bahwa mahasiswa sebaiknya menjadikan kampus sebagai ruang aman dan nyaman untuk mencari ilmu pengetahuan bukan sebagai ladang mencari keuntungan.

"Kita sebagai seorang mahasiswa menuntut untuk ditiadakannya segala bentuk praktik penjualan buku oleh oknum oknum tenaga pendidik yang tidak bertanggungjawab" ujarnya

Ardianto Asri, selaku Ketua Umum HMJ-Ak, dalam aspirasinya menegaskan bahwasanya sudah jelas tercantum dalam aturan dimana seorang tenaga pendidik tidak boleh melakukan praktik pungutan liar.

"Ketika seorang mahasiswa mempunyai hak untuk menerima pengetahuan seharusnya dosen berkewajiban untuk memberikan proses pembelajaran yang tidak melanggar aturan yang menyangkut dunia pendidikan" ucapnya

Di sisi lain, Jendral Lapangan, Ahnaf Amrullab ZJ menegaskan bahwa fenomena ini tidak seharusnya didiamkan dan harus segera ditindaklanjuti

"Hal semacam ini seharusnya tidak perlu lagi untuk menunggu lama melainkan harus terus di suarakan agar bisa ditindak lanjuti secepatnya oleh pihak birokrat!" serunya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan lll, Hasbiullah mengatakan bahwa tidak ada satupun kebijakan yang dikeluarkan terkait pembelian buku, ia sangat sangat mendukung apabila Lembaga Kemahasiswaan mengusut dan segera menuntaskan praktik pungutan liar yang ada di fakultas

"Kami tidak pernah mengeluarkan kewajiban untuk mahasiswa harus membeli buku dari seorang dosen, kami sudah menghimbau untuk tidak lagi melakukan hal tersebut kepada mahasiswa, dan saya siap mendukung ketika Lembaga Kemahasiswaan FEBI ingin menyelesaikan kasus kasus pungli yang ada di FEBI" ungkapnya.

Penulis : Hany Khaylila H.


Minggu, 26 Oktober 2025

E-Sport Tournament Mobile Legends Acc Fair Sukses Menarik Antusiasme Peserta

 

Panitia Accounting Fair 2025  menggelar E-Sport Tournament Mobile Legends pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Warkop Mau.co Gowa yang sukses menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para gamers muda.

Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 85 peserta yang masing-masing tim terdiri dari 5 orang, sehingga terbentuk 17 tim. Pada hari pelaksanaan, terdapat 5 babak yakni babak 16 besar, 8 besar, 4 besar, pencarian juara 3, dan babak final.

Ketua HMJ-Ak UIN Alauddin Makassar, Ardianto Asri, mengucapan terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut berkompetisi di kegiatan E-Sport Tournament Mobile Legends kami." ungkapnya. 

Di sisi lain, Ketua Panitia, Muh. Rifai Mubarak mengungkap harapannya agar ajang kompetisi tersebut dapat menjadi peluang prestasi baru bagi mahasiswa.

"Semoga ke depan, kegiatan e-sport seperti ini dapat terus dikembangkan dengan lebih besar dan lebih tertata, serta membuka peluang prestasi baru bagi mahasiswa." harapnya.

Penutupan E-Sport Tournament Mobile Legends tersebut berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada peraih Juara I, ll dan lll.

Jumat, 24 Oktober 2025

Seminar Internasional Acc Fair Analisa Kebijakan Pajak AS Serta Dampak Globalnya

 
Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Panitia Accounting Fair bertajuk "Revealing the Effects of U.S. Tax Policies: A Global Insight for Imdonesian MSME's", dilaksanakan di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar. Rabu, (22/10/2025). 

Kegiatan tersebut menghadirkan 3 narasumber yakni Faisal Abdullah (Dosen Universitas Adelaide, Australia), Habib Muhammad Shahib (Koordinator Bidang Pengembangan Kompetensi & Profesionalisme IAI Wilayah Sul-Sel), serta Timey Erlely (Konsultan Pajak PT Madya Pratama). 

Saat memaparkan materi, Faisal menjelaskan pentingnya pemahaman terkait dampak nyata dan dinamika internasional pajak untuk mencari strategi agar UMKM Indonesia bisa lebih tangguh, adaptif, dan siap bersaing di level global.

"Penting untuk mengetahui langsung dampak nyata dan dinamika internasional ini, agar nantinya UMKM Indonesia bisa bersaing di level global tanpa kehilangan jati diri dan semangat inovasinya," ucapnya. 

Di sisi lain, Habib, dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya akuntan di tengah perubahan kebijakan global dan tantangan perdagangan internasional.

"Peran akuntan sangat penting sebagai navigator strategi bagi UMKM, untuk menghadapi tantangan perdagangan internasional," ujarnya. 

Selain itu, Timey menambahkan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"UMKM harus dituntut untuk terus beradaptasi melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta pengelolaan usaha yang lebih efisien. Dengan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar, semoga UMKM Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi dinamika global, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi bangsa," jelasnya. 

Salah satu peserta seminar, Ashabul Kahfi, mengungkapkan rasa senangnya sebab materi yang dipaparkan para narasumber sangat luar biasa.

"Seminar internasional Acc Fair kali ini sangat luar biasa, saya senang bisa menambah ilmu dan pengalaman yang sangat bagus", ungkapnya.

Kegiatan seminar internasional tersebut ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah Juara lomba Debat, Esai, dan Business Plan Acc Fair 2025.

Kamis, 23 Oktober 2025

Panitia Accounting Fair 2025 Selesai Menggelar Lomba Esai Bertema Perpajakan



Dalam rangkaian kegiatan Accounting Fair 2025, panitia sukses menggelar Lomba Esai bertema perpajakan, yang berlangsung secara daring, Senin (20/10/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 tim peserta dari berbagai universitas di Indonesia yakni  Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Bina Nusantara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari.

Lomba esai Acc Fair ini terbagi menjadi dua babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak final, lima tim mempresentasikan karya tulisnya dan melakukan tanya jawab dengan dewan juri.

Farid Fajrin, selaku Dewan Juri menyatakan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ia juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pemenang.

“Kegiatannya bagus dan alhamdulillah berjalan dengan lancar, keikutsertaan peserta juga tinggi. Saya juga mengucapkan selamat kepada para juara,” ujarnya.

Sementara itu, Muh. Rifai Mubarak selaku Ketua Panitia mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme para peserta.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui tulisan,” ungkapnya.

Melalui lomba tersebut, ia berharap semangat berpikir kritis dan kreatif mahasiswa dapat tumbuh dalam menghadapi tantangan dunia ekonomi di era modern.

Pemenang juara lomba esai Acc Fair ini akan diumumkan pada Rabu, 22 Oktober 2025, di kegiatan Seminar Internasional Accounting Fair 2025.

Rabu, 22 Oktober 2025

Inovasi Mahasiswa Bersinar di Business Plan Competition Accounting Fair 2025


Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia memberikan inovasi yang cemerlang di Business Plan Competition (BPC) yang diselenggarakan oleh Panitia Accounting Fair 2025. Selasa, (21/10/2025).

Kegiatan yang mengangkat tema “Shaping the Future Through Innovative Entrepreneurship” ini menjadi salah satu rangkaian dalam Accounting Fair 2025, yang bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kreativitas mahasiswa di era modern. 

Sejak dibuka pada 11 September hingga 12 Oktober 2025, peserta telah mengirimkan proposal bisnis terbaiknya untuk dinilai oleh dewan juri. Setelah melalui tahap penilaian karya dan technical meeting, acara mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2025 melalui sesi final presentation yang mempertemukan tim-tim terbaik.

Sapril Sardi Juardi, selaku dewan juri mengungkapkan rasa senangnya sebab tahun ini lingkup lomba pada Acc Fair semakin luas. 

"Tahun ini perkembangan pesertanya sangat pesat. Sebelumnya, peserta lomba Acc Fair hanya berasal dari sekitar Makassar (lingkup Sulawesi Selatan), namun kini sudah meluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia (lingkup Nasional). Saya senang melihat variasi peserta yang begitu beragam," ucapnya.

Ardianto Asri selaku Ketua HMJ Akuntansi UIN Alauddin Makassar berharap kompetisi ini dapat menambah relasi dan mengembangkan kompetensi para peserta. 

“Saya berharap, semoga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, menambah relasi, serta mengembangkan kompetensi minat dan bakat mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional” harapnya.

Kegiatan BPC tersebut berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Pemenang kompetisi akan diumumkan dalam kegiatan Seminar Internasional Accounting Fair yang dijadwalkan pada Rabu, 22 Oktober 2025, di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar dan daring.

Hari Buruh Bukan Sekadar Tanggal, Tapi Pengingat Ketimpangan

     Setiap 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh sebagai simbol panjang perjuangan kelas pekerja dalam menuntut keadilan, kesejahteraan, dan...