Jumat, 26 Juni 2026

KRITIK PEMERINTAH DALAM PENDIDIKAN: KETIKA PENDIDIKAN TIDAK LAGI BISA DIAKSES UNTUK SEMUA ORANG

 

Oleh: Nia Riskiyanti Wahyudi 

Pendidikan pada dasarnya merupakan hak setiap warga negara tanpa membedakan kondisi ekonomi, wilayah tempat tinggal, maupun latar belakang sosial. Prinsip ini bahkan telah ditegaskan dalam Pasal 31 Ayat (1) UUD 1945  menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Namun, dalam praktiknya, akses terhadap pendidikan masih menghadapi berbagai kendala, terutama tingginya biaya pendidikan dan kuliah yang menjadi hambatan bagi sebagian yang ingin melanjutkan pendidikan.

Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang di masa depan. Ketika akses terhadap pendidikan yang layak hanya dapat dinikmati oleh kelompok tertentu, sementara kelompok lain terkendala biaya, fasilitas, atau faktor lainnya, maka kesempatan untuk berkembang tidak lagi dirasakan secara setara.

Situasi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan sosial. Mereka yang memperoleh pendidikan berkualitas cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan kehidupan yang lebih sejahtera. Sebaliknya, masyarakat yang sulit mengakses pendidikan sering kali menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan hidupnya. Akibatnya, pendidikan yang seharusnya menjadi sarana pemerataan justru dapat memperkuat ketimpangan sosial yang sudah ada.

Karena itu, pendidikan perlu dipandang sebagai investasi sosial yang manfaatnya harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Untuk mewujudkan akses pendidikan yang merata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif lembaga pendidikan dan masyarakat. Dengan adanya kesempatan belajar yang setara, setiap individu dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan berkontribusi bagi kemajuan bersama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDIDIKAN : MENCETAK KAUM YANG WARAS ATAU MESIN PEKERJA

  Oleh : MUTIARA RAMADANI  Tragedi tenggelamnya seorang siswa di kawasan wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba, beberapa waktu lalu menyis...