ANTARA REZEKI DAN IKHTIARMU KAWAN
![]() |
| Hardiwansyah - Akuntansi 018 |
Dunia ini dipenuhi dengan golongan orang. Ada yang
kaya raya, hidup bermewah-mewahan bergelimang harta, dan adapula orang miskin
yang hidup berkecukupan dengan segala keterbatasannya. Semua telah
dideklarasikan mendapat porsinya masing-masing sesuai batas ikhtiarnya.
Ketika kita membahas tentang rezeki, maka semua orang
berhak atasnya. Baik si kaya atau si miskin, laki-laki atau perempuan, dermawan
atau kikir, berkeyakinan ataupun tidak, akan tetap mendapat rezeki sebanding
dengan ikhtiarnya.
Lalu, mengapa ada orang yang bekerja siang hingga malam,
banting tulang, memeras keringat tapi rezekinya terasa tak sebanding dengan
usaha yang dilakukannya? Mengapa pula ada orang yang hanya bekerja seadanya
tapi rezekinya mengalir begitu melimpah? Siapakah yang sebenarnya berhak
membagi rezeki itu? Apakah benar rezeki telah ditetapkan dan pasti akan
diberikan? Jika demikian, kenapa kita harus berikhtiar?
Memang butuh daya analisis yang mendalam untuk memahami
persoalan rezeki. Dan saya pikir jalan pemahaman yang bisa menjawab persoalan
ini adalah dengan menggunakan kaidah Al-Qur’an.
Dibeberapa ayat Al Qur’an seperti yang tertulis dalam
(Q.S 51:22) bahwa Allah SWT telah menetapkan (sebab) rezeki di langit dan apa
yang dijanjikan kepada manusia. Di ayat lain juga dituliskan bahwa Allah SWT
menjadikan langit dan bumi sebagai sumber rezeki untuk setiap makhluk-Nya.
Jika ditetapkan di langit dan telah dijanjikan untuk diberikan, lalu apa
gunanya Ikhtiar?
Perlu kita pahami kaidah utamanya. Bahwa Allah SWT telah
menetapkan rezeki setiap hambanya di langit, sementara manusia tinggal di bumi.
Mampukah manusia mengambil rezeki itu langsung dari langit? Saya rasa
jawabannya telah kita ketahui bersama. Oleh karena itu berikhtiar menjadi poin
penting sebab diturunkannya rezeki.
Alasan kedua mengapa ikhtiar di perlukan yaitu, bahwa
bumi menjadi tempat berlangsungnya kehidupan umat manusia yang Allah SWT
ciptakan dengan sangat luas. Sehingga ada kesempatan dan peluang untuk manusia
mencari rezeki di banyak tempat. Sederhananya adalah seseorang tinggal di bumi
bagian timur, ternyata Allah SWT turunkan rezekinya di belahan bumi bagian
barat. Bagaimana cara agar seseorang ini mampu memperoleh rezeki yang telah
diberikan? Sudah pasti ia mendatangi tempat itu, atau orang Bugis sering
menyebutnya dengan budaya merantau. Lagi-lagi terjawab bahwa ikhtiar adalah
salah satu sebab penting untuk mendapatkan rezeki.
Jadi dengan memahami dan menganalisa kaidah diatas saya merasa
bahwa penjelasan ini mampu memberi gambaran kepada kita mengapa ikhtiar penting
untuk dilakukan. Sebab Allah SWT menetapkan kadar rezeki manusia
sesuai dengan kadar usaha manusia itu sendiri.
Penulis : Hardiwansyah
Editor : Annisa Putri Hadinata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar