Kegiatan tersebut menghadirkan 3 narasumber yakni Faisal Abdullah (Dosen Universitas Adelaide, Australia), Habib Muhammad Shahib (Koordinator Bidang Pengembangan Kompetensi & Profesionalisme IAI Wilayah Sul-Sel), serta Timey Erlely (Konsultan Pajak PT Madya Pratama).
Saat memaparkan materi, Faisal menjelaskan pentingnya pemahaman terkait dampak nyata dan dinamika internasional pajak untuk mencari strategi agar UMKM Indonesia bisa lebih tangguh, adaptif, dan siap bersaing di level global.
"Penting untuk mengetahui langsung dampak nyata dan dinamika internasional ini, agar nantinya UMKM Indonesia bisa bersaing di level global tanpa kehilangan jati diri dan semangat inovasinya," ucapnya.
Di sisi lain, Habib, dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya akuntan di tengah perubahan kebijakan global dan tantangan perdagangan internasional.
"Peran akuntan sangat penting sebagai navigator strategi bagi UMKM, untuk menghadapi tantangan perdagangan internasional," ujarnya.
Selain itu, Timey menambahkan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"UMKM harus dituntut untuk terus beradaptasi melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta pengelolaan usaha yang lebih efisien. Dengan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar, semoga UMKM Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi dinamika global, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi bangsa," jelasnya.
Salah satu peserta seminar, Ashabul Kahfi, mengungkapkan rasa senangnya sebab materi yang dipaparkan para narasumber sangat luar biasa.
"Seminar internasional Acc Fair kali ini sangat luar biasa, saya senang bisa menambah ilmu dan pengalaman yang sangat bagus", ungkapnya.
Kegiatan seminar internasional tersebut ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah Juara lomba Debat, Esai, dan Business Plan Acc Fair 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar