Rabu, 25 Juni 2025

DENTING JAM DI RUANG SUNYI


Alunan sunyi mulai bernyanyi di penghujung sepi,

menggubah lagu dari getar-getar rindu yang tersisa.

Nadanya pecah di antara sela jendela kosong, di antara gelas kopi yang sudah dingin.

Seperti cinta yang ditinggalkan sebelum waktunya.


Lelaki itu duduk di kursi kayu yang reyot, tempat dulu kau sering bersandar.

Tangannya memegang buku lama,

halaman-halamannya tergores oleh lipatan dan air mata.

Ia membaca ulang setiap kata seakan-akan di sana tersembunyi mantra untuk mengembalikan waktu.


Denting jam dinding terus berdetak, tapi baginya,

waktu sudah terhenti di detik kau pergi.

Ia seperti pungguk yang menatap langit, yakin bahwa rembulan akan turun kembali suatu saat.

Padahal, malam hanya menjawab dengan diam.


Dan ketika fajar menyingsing, ia masih di sana.

Menghitung langkah-langkah hantu yang tak pernah datang.

Memeluk bayangan yang terus menjauh.

"Tunggu saja," bisiknya pada angin, "dia pasti ingat jalan pulang."



@songkabala

Makassar, 26 Maret 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Kampanye Lembaga Kemahasiswaan FEBI, Tolak Pungli! Berantas Pungutan Liar oleh Dosen FEBI!

  Lembaga Kemahasiswaan (LK) FEBI melakukan sebuah aksi kampanye di Loby Fakultas, Rabu (5/11/2025) Aksi kampanye ini sendiri merupakan sebu...